Banyak kesalahan umum dalam sholat, dari sutrah hingga gerakan meniru binatang, bisa diperbaiki dengan belajar sunnah Nabi.
Pasang sutrah dan tahan orang yang mau lewatNabi SAW memerintahkan mendekat ke sutrah, dan membiarkan orang lalu-lalang di depan kita sholat mengurangi pahala sholat.
Jangan remehkan sunnah kecil dalam sholatMengangkat tangan setinggi pundak atau telinga, mencengkram lutut saat ruku, dan menempelkan hidung saat sujud sering ditinggalkan karena gerakan sholat sudah otomatis.
Hormati khilaf, jangan sampai tegangTangan atau lutut dulu, iftirash atau tawaruk, dan waktu isyarat telunjuk adalah perbedaan pendapat yang sudah ada sebelum kita lahir.
Executive SummaryAI
Ustadz membuka tema baru 'aneka kesalahan dalam sholat' sebagai lanjutan kajian aneka kesalahan dalam puasa, dan mengakui pembahasannya jauh lebih luas sehingga hanya sebagian kecil yang bisa disampaikan.
Bentuk kesalahan dibagi menjadi tidak menyempurnakan rukun dan wajib yang bisa sampai membatalkan sholat, meninggalkan sunnah, dan mengingkari yang dianjurkan seperti sholat bersandal, gendong bayi, atau duduk iq'a, lalu ditambah kesalahan busana, tempat, sholat jamaah, dan pasca sholat.
Poin pertama adalah tidak mendekat ke sutrah, berdasarkan hadis Ibn Umar bahwa Nabi SAW melarang sholat kecuali menghadap sutrah, dan ancaman bagi yang lewat di depan orang sholat: andai dia tahu, dia lebih memilih berdiri 40 jam atau 2 hari daripada lewat.
Bagian gerakan yang dilarang menjelaskan larangan meniru makhluk yang lebih rendah: turun sujud seperti onta, membentangkan lengan di tanah seperti anjing, duduk iq'a seperti anjing, mematuk seperti ayam, menoleh seperti rubah, dan mengibaskan tangan saat salam seperti ekor keledai.
Sesi tanya jawab membahas memilih tempat sholat yang aman di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, khilaf tangan atau lutut dulu saat turun sujud yang beliau pilih tangan dulu, hukum tarawih empat rakaat sekali salam menurut Malikiyah, Syafi'iyah, Hanabilah, dan Hanafiyah, serta kapan telunjuk diisyaratkan saat tashahud.