Perang Uhud kalah karena pasukan pemanah meninggalkan posisinya di Jabal Ainain demi harta rampasan.
Satu perintah ditinggalkan, kemenangan berbalik jadi kekalahanNabi melarang pasukan pemanah turun apa pun yang terjadi, menang atau kalah, namun 40 orang tetap turun mengejar rampasan dan musuh menyerang dari dua arah.
Keputusan musyawarah dijalankan tanpa raguNabi mengumpulkan sahabat senior dan junior, memilih pendapat yang junior untuk keluar, lalu menolak menanggalkan baju perangnya setelah keputusan diambil.
Niat bisa berubah di tengah perjalananAllah menyebut sebagian sahabat menginginkan dunia, sampai Ibn Masud tidak menyangka ada sahabat Nabi yang seperti itu.
Executive SummaryAI
Perang Uhud terjadi pada tahun 3 Hijriah di tengah bulan Syawal di gunung Uhud, sekitar 5,5 km di utara Masjid Nabawi.
Sebabnya adalah Perang Badar pada tahun 2 Hijri, satu tahun satu bulan sebelumnya, ketika seribu pasukan Quraish dikalahkan 315 kaum Muslimin dan pembesar mereka seperti Abu Jahal tewas.
Quraish membalas dengan 3 ribu pasukan di bawah Abu Sofyan, sayap kanan dipimpin Khalid Ibn Walid dengan 200 pasukan berkuda dan sayap kiri oleh Ikrimah putera Abu Jahal.
Menjelang pertempuran Abdullah bin Ubaid bin Salul membelot membawa 300 orang munafik, sehingga kaum Muslimin tinggal 700 orang melawan 3 ribu, hampir satu banding empat.
Setelah musuh kabur, 40 dari 50 pasukan pemanah turun mengambil harta rampasan meski Abdullah bin Jubair mengingatkan larangan Nabi, lalu Khalid Ibn Walid memutar dan menyerang dari dua sisi hingga Musab bin Umair terbunuh dan tersebar isu Nabi telah wafat.
Key Quote
“kalau sudah keputusan musyawarah, jalan.”
— Penceramah
Key Quote
“Tapi dia mundur menjelang peperangan.”
— Penceramah
Key Quote
“Siapa yang menguasai tempat tertinggi dia yang menang”